Monday, September 12, 2016

Kendal(i) Atas Kendal(a) Diri

Kendal(i) Atas Kendal(a) Diri Cerita Motivasi dan Inspirasi Nomor 1

Di antara ribuan klien yang dilayani IISA Assessment Centre, terdapat sekitar lima puluhan klien yang berasal dari kalangan family business. Sebagian besar klien dari kluster ini memiiki persoalan yang hampir seragam: bagaimana membuat keputusan “suksesi kepemimpinan” perusahaan, yakni keputusan berkenaan dengan siapa yang kelak bakal menjadi penerus estafet kepemimpinan bisnis keluarga.

Dua pihak yang terlibat dalam proses suksesi ialah pertama, the founder (pendiri, ayah atau ibu) dan kedua, the successor (penerus, anak). The founder umumnya mempersepsikan atau mengenali kandidat successsor sebagai pribadi yang kompeten pada bidang keahlian sebagaimana sudah dipersiapkan lewat bidang studi atau pelatihan, sehingga tak ada alasan yang memberatkan untuk tidak memasang sang kandidat pada posisi direksi. Sebaliknya, para founder ini umumnya mengeluhkan buruknya kinerja para kandidat yang diungkapkan dengan sebutan “malas dan lembek”.

Kemalasan dan kelembekan ini dijabarkan sebagai kecenderungan menunda, pembawaan yang moody, ketakutan mengambil risiko, pembiaran diri berada dalam konflik kepentingan, kekakuan cara penyelesaian, kelemahan manajemen waktu, ketaklengkapan informasi lapangan, rendahnya daya determinasi diri, ketakut
... baca selengkapnya di Kendal(i) Atas Kendal(a) Diri Cerita Motivasi dan Inspirasi Nomor Satu

Thursday, September 1, 2016

Artca Penyelamat Budaya

Artca Penyelamat Budaya Cerita Motivasi dan Inspirasi Nomor 1

Di era globalisasi ini remaja lebih sering menghabiskan masa-masa remajanya untuk bermain. Mereka juga jarang ada dirumah dan berkumpul bersama keluarganya. Sungguh miris melihat sikap dan prilaku remaja masa kini. Arus globalisasi telah membawa mereka pada hal-hal yang negative. Namun, tidak bagi sebagian remaja lainnya termasuk salah satu perkumpulan remaja yang ada di daerah Cangkuang.

Daerah Cangkuang memiliki tempat wisata yang sering dikunjungi para wisatawan, baik domestik maupun mancanegara. Cangkuang tak hanya terkenal dengan peninggalan sejarahnya saja. Cangkuang juga terkenal dengan keadaan alamnya yang indah, sejuk, dan disana juga terdapat transportasi air yang berupa rakit.

Suatu hari beberapa remaja terlihat sibuk dengan tugas sekolahnya. Kemudian mereka pergi ke Cangkuang untuk belajar bersama setiap hari sepulang sekolah. Perkumpulan ini bisa disebut juga sebuah grup yang bernama Benkyo. Mereka menjalani rutinitas kesehariannya ini disebuah lahan kosong di sekitar Candi. Semua ini mereka jadikan rutinitas karena terpengaruh oleh Rio untuk belajar bersama. Rio adalah seorang siswa yang aktif dalam bidang akademik maupun non akademik. Apalagi ia juga berbakat dalam hal seni yang kerap ia tunjukkan dalam kesehariannya.

Setiap pulang sekolah Rio dan teman-temannya selalu pergi ke Cangkuang untuk mengerjakan tugas kelompok. Kebetulan tugas ini berhubungan dengan pelajaran sejarah mengenai kebudayaan setemp
... baca selengkapnya di Artca Penyelamat Budaya Cerita Motivasi dan Inspirasi Nomor Satu

Monday, August 29, 2016

Menghidupkan Patriotisme

Menghidupkan Patriotisme Cerita Motivasi dan Inspirasi Nomor 1

21 November 2005 – 06:34    (Andrie Wongso)   Diposting oleh: Editor

(Rate: 7.50 / 2 votes)

Dari satu episode sejarah hidup Sun Tzu, selain soal strategi perang, ada dua hal yang perlu kita garis bawahi. Pertama soal patriotisme atau kecintaan terhadap rakyat dan negara, dan kedua tentang pengorbanan. Dalam episode sejarah tersebut, dikisahkah tentang patriotisme yang tergambar dari pembelaan Raja Si terhadap nasib rakyat dan negerinya. Raja Si memang lemah, ceroboh, dan ini cacat bagi seorang pemimpin negara. Tapi kemuliaan yang dipertontonkan Raja Si adalah pembelaannya atas nasib rakyatnya di atas kepentingan keluarga dan pribadi. Dia rela mengorbankan kedua puteranya. Jika negara ingin eksis, kecintaan terhadap rakyat dan pengorbanan besar saja tidaklah cukup jika strateginya salah. Sementara Sun Tzu sebagai Panglima Perang menunjukkan kualitas integritasnya yang luar biasa. Berbeda dengan Raja Si yang berkorban sebagai akibat dari kecerobohannya, Sun Tzu berkorban demi strategi perangnya. Jika Raja Si berkorban dalam posisi terjepit, Sun Tzu berkorban dalam posisi menjepit. Sekali lagi, inilah letak fu
... baca selengkapnya di Menghidupkan Patriotisme Cerita Motivasi dan Inspirasi Nomor Satu

Friday, August 26, 2016

Wiro Sableng #33 : Panglima Buronan

Wiro Sableng #33 : Panglima Buronan Cerita Motivasi dan Inspirasi Nomor 1WIRO SABLENG

Pendekar Kapak Maut Naga Geni 212

Karya: Bastian Tito

Episode : PANGERAN MATAHARI DARI PUNCAK MERAPI

SATU

Sri Baginda Raja seperti dihenyakkan setan di atas kursi kebesarannya. Singgasana itu terasa seperti bara panas. Wajahnya yang penuh kerut ditelan usia lanjut tampak kelam membesi. Dadanya turun naik sedang sepasang matanya menatap tak berkesip pada Raden Mas Jayengrono yang duduk bersila di hadapannya. Sang raja meraskan tenggorokannya seperti kering. Mulutnya terbuka tapi lidahnya seperti kelu. Setelah hening beberapa lamanya, dengan suara bergetar Sri Baginda akhirnya bersuara juga.

"Jika bukan Raden Mas yang bicara sungguh sulit aku mempercayai cerita itu.....!"

"Sebenarnya hal itu sudah lama saya ketahui Sri Baginda. Hanya saja saya takut untuk menyampaikannya."

"Kalau untuk kebenaran mengapa takut? Hanya saja, apakah kau punya bukti-bukti nyata? Saksi-saksi.......?"

"Saya tidak berani melapor pada Sri Baginda kalau tidak mempunyai bukti dan saksi hidup," sahut Jayengron yang
... baca selengkapnya di Wiro Sableng #33 : Panglima Buronan Cerita Motivasi dan Inspirasi Nomor Satu

Monday, August 22, 2016

Perjuangan Agar Bisa Menghafal Pantun

Perjuangan Agar Bisa Menghafal Pantun Cerita Motivasi dan Inspirasi Nomor 1

Hai! Namaku Tata. Aku mempunyai teman yang bernama Arin. aku juga punya teman yang sering meldekku, yaitu Raisa. Aku memang lemah dalam Pantun, tapi, aku sering dijuluki kutu buku.

“Tata! Kasihan banget sih kamu! Gak bisa menghafal pantun! Aku dong! Bisa! Gak kayak kamu!” Ledek Raisa kepada ku. Aku hanya terdiam dan maju ke depan karena dipanggil Bu Rini untuk membaca pantun. Tata membacakan dengan lantang:

Ayam berkokok ayam betina
Ayam dipotong, jadilah kecil
Namaku adalah Tata,
Dan yang… Dan yang…

“Aku lupa!” Kata ku. Teman temannya tertawa. “Hahahahaaa” tawa Raisa, anak yang mengejek ku. Aku pun duduk di kursi ku dan terlihat sedih. Arin, temanku menenangkan ku.

Kringgggggg bel istirahat berbunyi.

Aku berlari ke Toilet bersama Arin.

Di toilet
“Kenapa sih aku gak bisa ngehafal pantun kayak kamu!” Seruku sambil menangis. “Jangan menangis Ta… Kamu pasti bisa, aku akan ajari kamu setiap pulang sekolah”. jelas Arin. “Bener nih Rin?” Tanyaku serius. “bener dong!” Jawab Arin.

Pulang sekolah
“Rin! Kamu jadi kan ngajarin aku?̶
... baca selengkapnya di Perjuangan Agar Bisa Menghafal Pantun Cerita Motivasi dan Inspirasi Nomor Satu

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More